Kalau dengar kata "setan", apa yang langsung muncul di otak lo? Pasti sosok menyeramkan, muka hancur, tinggal di pohon beringin, atau hantu-hantu lokal yang sering jadi jumpscare di film horor. Mindset ini udah melekat banget dari generasi ke generasi.
Tapi, tau gak? Didalam Al-Quran kata syaitan "setan" terulang sampai 88 kali. Pertanyaannya: Apakah setan yang dimaksud Al-Quran itu sama dengan hantu-hantu penunggu rumah kosong yang ditakutin masyarakat?
Spiler alert: Jawabannya beda jauh! Let’s break it down biar lo gak salah paham lagi.
1. Al-Quran Itu Panduan Hidup Untuk Manusia
Satu hal yang wajib kita tau dan jangan sampai mis: Bahwa Al-Quran itu diturunkan sebagai petunjuk buat manusia, petunjuk untuk kehidupannya di bumi, bukan untuk kehidupan setelah mati.
Jadi, waktu Allah berkali-kali memperingatkan kita tentang setan, tentu saja bertujuan untuk menyelamatkan kehidupan manusia di bumi ini. Bukan buat bikin kita takut ke kamar mandi malam-malam..
Lantas kalo setan itu mahluk halus yang gak kelihatan, kenapa didalam Al-Quran kita dilarang untuk "mengikuti langkah-langkahnya"? Sesuatu yang gaib itu kan gak bisa diikutin jejak kakinya. Logikanya, musuh yang nyata itu ya musuh yang bisa lo lihat dampaknya dan bentuknya, yaitu manusia itu sendiri.
2. Bedah Ayat: Setan yang "Wujud"
Coba kita cek QS. Al-Baqarah: 168-170. Di situ Allah melarang kita mengikuti langkah setan karena dia adalah "musuh yang nyata" ('aduwwun mubiin).
- Apa sih kerjaan setan di ayat ini?
- Menyuruh berbuat jahat dan keji.
- Bikin manusia sotoy mengada-ada atas nama Allah.
- Bikin orang bebal dan cuma mau ikut-ikutan tradisi nenek moyang, meskipun tradisi itu gak masuk akal dan gak punya dasar ilmu.
Fact Check: Manusia cuma bisa mengikuti manusia lain. Jadi, "setan" di sini adalah manusia juga yang dengan akal budi yang dimilikinya ngajakin manusia berbuat jahat, dan menolak kebenaran dari Tuhan.
Bahkan kalau lo pernah dengar cerita Nabi Isa AS yang mengusir setan dari diri orang, konteks aslinya adalah Nabi Isa sedang membersihkan kesadaran jahat/ideologi syirik dari pikiran orang tersebut menggunakan Ruh Qudus (wahyu Allah). Yang dilawan Nabi Isa itu manusia yang hatinya keras, bukan hantu!
Baca juga: Syirik Sistemik: Puncak Krisis Spiritual
3. Para Nabi Gak Pernah Perang Lawan Genderuwo
Mari kita buka QS. Al-An'am: 112. Di sini makin jelas diceritain kalau musuh para Nabi itu adalah "setan dari jenis manusia dan jin".
- Setan Manusia: Masyarakat biasa yang meng-olok-olok dan menolak kebenaran.
- Setan Jin: Para elit global, penguasa, atau pemimpin toxic yang jago bikin narasi indah (manipulatif) untuk menipu orang lain demi keuntungan materi semata.
Coba cek sejarah, musuh para Nabi itu siapa aja?
- Nabi Adam vs Iblis (si pembangkang)
- Nabi Ibrahim vs Raja Namrud
- Nabi Musa vs Firaun
- Nabi Muhammad vs Abu Jahal
Gak ada satu pun catatan sejarah yang bilang para Nabi perang bawa pasukan buat nge-dukun atau ngusir hantu kuntilanak. Musuh mereka adalah para penguasa zalim dan ideologi musyrik yang menguasai masyarakat. Merekalah yang disebut setan atau Thaghut (pemimpin/ideologi yang disembah selain Allah, seperti di QS. Al-Baqarah: 256-257).
4. Boss Battle Terbesar: Nafsu Lo Sendiri!
Di QS. Al-Maidah: 90, Allah bilang kalau minum khamr (alkohol), judi, dan nyembah berhala itu adalah "perbuatan setan".
Pernah gak lo liat pocong ikutan main judi online atau kuntilanak mabuk di club? Gak pernah, kan? Yang melakukan itu semua ya manusia.
Jadi, siapa sebenarnya "setan" yang paling dekat dengan kita? Jawabannya ada di QS. Yusuf: 53: Nafs Ammarah (Nafsu yang selalu menyuruh kepada kejahatan).
Setan sejati itu adalah ego dan nafsu kita yang gak terkontrol. Saat pikiran dan hati lo dikuasai oleh keinginan (hubbu syahwat), kemewahan duniawi, dan kesombongan sampai menabrak aturan Allah, di situlah lo lagi mode "setan".
Main Takeaway
Daripada lo ngga karuan takut sama tempat angker atau hal gaib, mending lo takut sama isi pikiran lo sendiri kalau lagi kosong dari petunjuk Tuhan.
Cara menjinakkan "setan" di dalam diri kita itu simpel:
- Cut off segala hal yang berbau syirik (tren/ideologi yang menjauhkan lo dari Allah).
- Suntik Ruh Qudus (wahyu/Al-Quran) ke dalam qobu lo secara perlahan tapi konsisten (tartil). Wahyu ini yang bakal jadi skincare rohani buat nge-bersihin penyakit didalam qolbu lo.
Ada sebuah vibes bagus dari pepatah ulama: "Takhalqa bi akhlaqillah"—Berakhlaklah kamu dengan karakter-karakter mulia yang dicintai Allah. Yuk, kurang-kurangin sifat toxic, dan mulai upgrade diri lo dari sekarang. Glow up luar dalam!
