Hukum Ajal dan Pergiliran: Membaca Siklus Kekuasaan ala Millah Abraham

Pernah kepikiran gak, kenapa sekelas kekaisaran Romawi yang dulu kuat banget bisa runtuh? Atau kenapa geopolitik dunia sekarang rasanya makin chaos dengan perang, krisis pangan, dan adu mekanik antar negara adidaya?

Kalau lo suka baca sejarah atau ngikutin isu global, lo pasti sadar kalau gak ada negara yang bakal selamanya ada di posisi atas. Nah, dalam pandangan Millah Abraham, fenomena ini bukan sekadar kebetulan atau teori konspirasi, melainkan bagian dari skenario besar dari Sang Pencipta Alam Semesta.

Baca jugaMengapa Dunia Butuh Reset Spiritual ala Millah Abraham?

Yuk, kita bedah kenapa kekuasaan di dunia ini selalu punya expired date lewat dua hukum alam (Sunnatullah) berikut.

1. Hak Prerogatif Tuhan: Kekuasaan Bukan Hak Manusia

Bagi komunitas Millah Abraham, yang namanya kekuasaan itu mutlak hak prerogatif Allah. Dia yang mencipta alam semesta, jadi Dia juga yang punya otoritas penuh buat bagi-bagi atau nyabut kekuasaan dari bangsa mana pun. Mau itu negara sekuler, liberal, ataupun sistem Khilafah, semuanya tunduk sama aturan main ini (cek aja QS. Ali 'Imran: 26-27).

Makanya, para Nabi dan Rasul dari dulu gak pernah punya ambisi buat melakukan kudeta atau makar ke pemerintah yang sah pada zamannya. Kenapa? Karena dalam aqidah Millah Abraham, ideologi apa pun yang lagi menang atau siapa pun presiden/raja yang lagi memimpin sekarang, itu semua terjadi atas izin Allah. Tugas kita? Ya taat sama aturan hukum negara tempat kita tinggal. Tapi... ada tapinya, nih. Kekuasaan itu punya roda yang berputar.

Baca juga: Millah Abraham: Tidak Bisa Memaksakan Syariat di Negara Sekuler (Sebuah Pandangan Teologis)

2. Hukum Pergiliran: Roda Geopolitik yang Selalu Berputar

Kekuasaan itu sifatnya temporary, gak ada yang abadi. Allah mendesain sejarah manusia itu silih berganti kaya siang dan malam. Ada kalanya yang di atas itu bangsa musyrik, ada kalanya orang-orang beriman yang dikasih jatah buat memimpin dunia (Khilafah).

Belajar dari Sejarah (Flashback Time)

  • Bani Israel: Berdasarkan QS. Al-Isra: 4-7, mereka sempat dikasih kejayaan di era Nabi Musa, tapi karena melakukan "zinah ideologi" (melenceng dari perintah Tuhan), kekuasaan mereka dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar dari Babel. Sempat berjaya kembali di zaman Nabi Isa, mereka bikin kerusakan lagi buat kedua kalinya, sampai akhirnya hak kekuasaan itu dicabut total.
  • Bani Ismail (Bangsa Arab): Jatah memimpin kemudian pindah ke Nabi Muhammad SAW. Islam membawa kedamaian global (rahmatan lil 'alamin). Tapi, namanya juga hukum pergiliran, era ini menemui ajal politiknya pas Dinasti Abbasiah di Baghdad diratakan sama tentara Mongol di abad ke-13.

Kondisi Sekarang: > Saat ini, dunia lagi dikuasai oleh peradaban Blok Barat (Liberal-Kapitalis) dan Blok Timur (Komunis-Sosialis). Mirip banget sama persaingan Romawi vs Persia zaman dulu. Negara-negara dengan mayoritas muslim? Sayangnya saat ini kebanyakan cuma jadi "negara dunia ketiga" atau penonton di antara dua kekuatan besar ini.

Tapi ingat, QS. Al-Baqarah: 177 udah ngingetin kalau sistem Barat maupun Timur gak bakal bawa kebaikan sejati. Kebaikan hakiki itu cuma datang dari sistem keimanan total kepada Tuhan.

3. Hukum Ajal Kekuasaan: Setiap Kekuasaan Ada Expired Date-nya

Seorang sejarawan terkenal, Arnold Toynbee, pernah bikin teori kalau peradaban itu mirip makhluk hidup: Lahir → Tumbuh Dewasa → Mati. Sama kayak manusia yang punya umur, negara atau umat juga punya batas waktu (ajal) yang gak bisa dinegosiasi. Gak bisa dimajuin, gak bisa diundur semenit pun (QS. Al-A'raf: 34).

Tanda-Tanda Akhir Zaman 

Meskipun tanggal pastinya dirahasiakan oleh Yang Maha Ghaib, Tuhan selalu ngasih spoiler atau tanda-tanda pas sebuah peradaban udah mau mendekati ajalnya:

  • Versi Nabi Isa (Matius 24 & Lukas 21): Munculnya deru perang antar-bangsa, resesi ekonomi/krisis pangan, dan gempa bumi dahsyat.
  • Versi Nabi Musa: Sebelum Firaun tenggelam, Mesir dikasih peringatan berupa kemarau panjang, krisis pangan, taufan, hingga wabah hama (QS. Al-A'raf: 130 & 133).

Kalau lo peka sama situasi sekarang, krisis sosial, ekonomi, energi, dan tensi politik global itu lagi menuju puncaknya. Potensi Perang Dunia Ketiga antara Blok Barat dan Timur bukan hal yang mustahil. Tapi bagi orang beriman, ini adalah restructuring atau skenario besar Allah buat menegakkan kembali keadilan di bumi.

The Ultimate Goal: Peluang Buat Bangsa Nusantara

Sesuai janji Allah di QS. An-Nur: 24: 55, kekuasaan di bumi bakal didelegasikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Iman + Amal Saleh = Anugerah Kekuasaan

Kalau bangsa Nusantara (Indonesia) pengen jadi bangsa pilihan yang nerima estafet kepemimpinan global ini, kuncinya cuma satu: balik lagi ke iman yang murni dan totalitas melakukan amal soleh.

Jadi, komunitas Millah Abraham saat ini sebenarnya lagi mempersiapkan diri. Bukan buat bikin gerakan makar atau demo anarkis, melainkan mempersiapkan kualitas spiritual dan mentalitas generasi mudanya. Kita lagi memantaskan diri buat menerima janji Tuhan yang nyata, yaitu tegaknya kembali sistem kehidupan yang damai, adil, dan diberkati di muka bumi.

So, daripada pusing dengerin narasi politik yang toxic, mending fokus upgrade iman dan kontribusi positif, kan?

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama